Sabtu, 19 Desember 2009

Review SSD Corsair P128



[Gambar 1. Corsair]
Corsair, selama ini memang rajin mengeluarkan varian produk untuk memori dan power supply. Di ranah itu bahkan Corsair terbilang sebagai merek yang unggul dan bisa diandalkan.

Nah, trend Solid State Drive (SSD) yang belakangan mulai mucul, tampaknya membuat produsen asal Amerika ini ingin ikut meramaikannya dengan merilis beberapa varian SSD.

Corsair coba hadirkan beberapa varian SSD yang dibedakan berdasarkan kebutuhannya, yakni Performance Series, Extreme Series, dan Legacy Solid-State Drives.

Ringan dan Cukup Kencang

Corsair coba menawarkan sebuah SSD dengan beragam kapasitas, mulai dari 64GB hingga 256GB. Semuanya memiliki bobot yang cukup ringan yakni 77 gram.

Selain ringan, perangkat itu memiliki fitur lain seperti cache memory sebesar 128MB, desain ramping yang didominasi warna perak, dan performa yang cukup menjanjikan.

Kemampuan sebuah SSD memang tak luput dari peranan controller yang digunakan, dan dalam hal ini Corsair mempercayakan controller buatan Samsung. Corsair mengklaim produk ini memiliki kecepatan membaca hingga 220MB/s dan menulis hingga 180MB/s.

Untuk menguji kehandalannya, pihak penguji menggunakan beberapa aplikasi seperti HD Tune dan HD Tach. Untuk kemampuan membaca misalnya, pada benchmark yang dilakukan SSD ini hanya menembus angka 196,6 MB/s dan 176,5MB/s untuk kemampuanya menulisnya.

Meski berbeda dari klaim, selisih kemampuan ini tidak akan terasa jika digunakan untuk aplikasi sehari-hari atau bermain game. Selisih itu pun terbilang hanya terpaut sedikit dibandingkan klaim penjualannya.

Satu hal yang disayangkan, SSD P128 milik Corsair ini menunjukkan gejala kurang stabil. Pada waktu pengujian terdapat penurunan transfer data yang cukup signifikan, hingga 113MB/s, ketika menulis. Meski hanya terjadi sejenak, penurunan itu cukup menimbulkan pertanyaan.

Tahan Lama

Pada situs resminya, produk ini dicantumkan memiliki Mean Time Before Failure (MTBF), alias masa pakai, hingga 100 tahun. Tentunya, hal itu sulit diukur kebenarannya.

Di sisi lain, Corsair berani memberikan garansi selama 2 tahun yang bersifat replacement (penggantian produk) jika ada kendala. Hal tersebut tentunya memberikan kenyamanan tersendiri bagi pengguna yang memilih produk ini.

Corsair membandrol P128 dengan harga USD 405 untuk kapasitas 128 GB. Secara keseluruhan, performa Corsair P128 masih cukup bisa diandalkan untuk penggunaan sehari-hari. Jika saja produk ini menyertakan sebuah bracket --agar dapat digunakan pada drive 'tradisional' berukuran 3.5 inch-- tentunya akan makin manis untuk dipakai di PC desktop.

Kelebihan
+ Bobot Ringan
+ Kapasitas Cukup Besar
+ Tampilan yang bagus

Kekurangan
- Ada gejala kurang stabil
- Selisih performa dengan yang dijanjikan

(sumber:ketok.com)
Baca Selengkapnya...

Cara Kustomisasi Blog





Pertama-tama, yang harus diketahui adalah, template blogspot ada 2 jenis, yaitu Classic Template (HTML) dan BETA Blogger (XML). Sebenarnya sama saja, hanya saja penggunaan XML lebih modern dibandingkan dengan HTML dan juga XML sudah mendukung Web 2.0

Nah, caranya seperti ini :
1. Cari/pilih template yang anda sukai. Web yang menyediakan template blogspot antara lain adalah :

* http://free-blogger-template3column.blogspot.com
* http://www.blogspottemplate.com/
* http://blogger-templates.blogspot.com/
* http://freetemplates.blogspot.com/
* http://www.hongkiat.com/blog/50-most-beautiful-blogger-templates/ (yang ini paling bagus)

Ingat agar memilih template dalam bentuk XML saja, jangan yang HTML!

2. Jika file yang kalian download dalam bentuk ZIP, extracklah terlebih dahulu file tsb.

3. Masuk ke Dashboard Blogspot > Layout > Edit HTML

4. Kemudian pada "Upload sebuah template dari sebuah file pada hard drive Anda:", Browse file template anda tadi (hanya bentuk XML saja) dan kemudian Upload.

5. Setelah selesai Upload, perhatikan coding template kalian di bawah apakah sudah sesuai namanya dengan template yang kalian upload tadi. Sumber : ( Cakrawala )
Baca Selengkapnya...

Review Netbook Axioo Pico



Pertama melihatnya, kami langsung mendapati kemiripan netbook ini dengan dengan MSI Wind U100. Bahkan kami kesulitan menemukan perbedaannya, jadi sepertinya keduanya dibuat oleh tangan yang sama.

Spesifikasinya pun mirip, seperti menggunakan prosesor Intel Atom N270 (1,6GHz) dan layar berukuran 10”. Kalaupun ada yang membedakan, itu adalah kapasitas harddisknya. Pico memiliki 160GB, sementara Wind 80GB. Kapasitas sebesar ini patut dicatat sebagai kelebihan Pico, mengingat netbook lain—seperti Acer Aspire One—mentok di angka 120GB. Fasilitas lain yang disediakan Pico adalahWi-Fi, Bluetooth, Ethernet, slot SD Card, dan VGA Out.

Karena bentuk fisiknya sama, Pico memiliki kelebihan serupa dengan Wind. Salah satunya adalah keyboardnya yang terasa luas; setidaknya untuk ukuran netbook. Jika dihitung, ukuran tiap kunci sekitar 17x15 cm, membuat proses mengetik terasa nyaman dan kami tidak kesulitan mencapai kecepatan mengetik standar. Kami juga tidak merasakan paparan panas yang signifikan di sandaran tangan meski telah menggunakannya dalam waktu lama.

Kelebihan lain Pico adalah kualitas layarnya yang cukup bagus. Pada setelan brightness tertinggi, layarnya mampu menunjukkan detail yang tajam, tanpa menyebabkan paparan yang terlalu silau. Layar 10,2” ini sendiri memiliki resolusi 1024x600 pixel, sehingga nyaman digunakan ke situs-situs yang dioptimasi di lebar resolusi 1024 pixel.

Dimensi Pico sekitar 26x18 cm, dengan tebal antara 2,6-3 cm. Bobotnya sendiri sekitar 1,15 kg. Jika dibandingkan, Pico sedikit lebih berat dibanding Asus Eee PC atau Acer Aspire (1kg). Namun perbedaan bobot ini seharusnya tidak bermasalah, karena kami merasa tetap nyaman membawanya keliling kantor.
Karena menggunakan komponen yang sama, kami mencoba membandingkan kinerja Pico dengan Wind. Hasilnya bisa diduga: keduanya memiliki kinerja yang mirip. Termasuk di antaranya daya tahan dalam memutar video dalam format HD yang sekitar 1,5 jam.

Hasil ini mirip dengan Wind, tapi tidak bisa menandingi Asus Eee PC 901 yang mencatat waktu lebih dari 4 jam. Ini tidak lain disebabkan penggunaan harddisk berbentuk piringan dan kapasitas batere yang cuma 2200 mAh. Jadi jangan lupa siapkan charger ketika Anda membawa Pico bepergian.

Dengan bentuk yang mirip, Axioo Pico sepertinya dibuat oleh tangan yang sama dengan MSI Wind. Dan karena MSI yang memiliki pabrik, berarti Axioo membeli Pico dari MSI. Ini berarti Pico lebih mahal dibanding Wind dong? Ternyata tidak. Pico dibandrol dengan harga Rp. 4,8 juta, sementara Wind sekitar Rp. 5,3 juta. Jadi sepertinya MSI ‘memberikan’jalan bagi OEM-nya untuk lebih kompetitif dalam harga dibanding produknya sendiri. Agak aneh, tapi itulah bisnis.
***

Dengan harga di bawah Rp. 5 juta dan sudah termasuk Windows Home Edition, Axioo Pico adalah pilihan yang bagus untuk Anda yang mencari netbook. Saingan terdekat adalah Acer Aspire One versi Windows yang dibandrol sekitar Rp. 4,8 juta.

Kelebihan Pico adalah telah dibekali Bluetooth dan kapasitas harddisk lebih besar, sementara kelebihan Aspire One adalah adanya dua slot SD Card. Karena jarang menggunakan SD Card, bagi kami Axioo Pico adalah pilihan yang lebih memikat dibanding Aspire One.

Data & Fakta
PLUS: Harga kompetitif; ada Bluetooth.
MINUS: Kapasitas batere cuma 2200 mAh.


SKOR PENILAIAN (maksimal 5)
Kinerja: 4,2
Fasilitas: 4,7
Kemudahan: 4,5
Harga:4
SKOR TOTAL: 4,45

SPESIFIKASI Axioo Pico DJM616A
Prosesor: Intel Atom N270 1,6GHz
RAM: DDR2 1GB (maksimal 2GB)
Chipset: Intel Mobile 945GME
Kartu grafis: Intel GMA 950 (onboard)
Kartu suara: Realtek HD Audio
Harddisk: SATA 160GB, 5400rpm
Optical drive: Tidak ada
Fasilitas: LAN, Wi-Fi b/g, Bluetooth V2.0+EDR, card reader (SD,
SDHC, MMC), 3 USB, Webcam 1,3 megapixel
Layar: Wide LCD 10,2”, 1024x600 pixel, backlight
Sistem Operasi: Windows XP Home Edition
Batere: Li-Ion 11,1V 2200mAh, 3-cell
Dimensi: 26x18x (2,6-3) cm
Bobot: 1,15 kg (dengan batere standar)
Garansi: 1 tahun
Situs Web: www.axiooworld.com.
Harga kisaran*: Rp 4,8 juta

(sumber:ketok.com)
Baca Selengkapnya...

Perkembangan Teknologi Digital

Pada akhir-akhir ini, berbagai perkembangan yang terjadi memang cukup menakjubkan, khususnya dalam bidang teknologi terutama dalam hal informasi dan komunikasi. Teknologi informasi yang tadinya dikenal dengan teknologi komputer, beserta perangkat elektronika lainnya, menjelma menjadi satu dalam perpaduan kemampuan.

Semula dengan ditemukannya berbagai perangkat sederhana, mulai dari telepon, yang berbasis analog, maju dan berkembang terus hingga muncul berbagai perangkat elektronika lainnya. Hingga akhirnya teknologi ini terintegrasi satu dengan lainnya.

Di sisi lain, akibat perkembangan dari kemampuan teknologi, terjadi juga perubahan yang cukup dramatis di sisi perjalanan dan operasi bisnis, yang menghasilkan pelayanan-pelayanan baru, termasuk dalam hal pemanfaatan jaringan dunia tanpa batas.

Telepon, yang pada awal ditemukan pada tahun 1876, diniatkan sebagai media untuk mengirimkan suara, dan salah satu penerapan konsep analog, juga memberikan konstribusi yang tidak sedikit terhadap perkembangan teknologi. Sampai dengan sekitar tahun 1960-an, penerapan analog ini masih tetap bertahan, hingga setelah itu, mulai mengarah kepada teknologi digital.

Kemudian, teknologi digital yang mulai merambah ke berbagai rancangan teknologi yang diterapkan dan digunakan oleh manusia. Facsimile, adalah salah satu batu loncatan dari pemanfaatan jaringan telekomunikasi, yang mampu memberikan konstribusi dan pemikiran, bahwa datapun mampu untuk dilewatkan melalui media telepon tersebut.

Begitu juga dengan perkembangan komputer. Komputer pertama yang diperkenalkan adalah ENIAC II, diinstalasi dan digunakan pada tahun 1946, setelah perang dunia kedua. Komputer ini merupakan sebuah rangkaian elektronika lampu tabung seberat 20 ton. Perkembangannya juga cukup menakjubkan, baik dalam ukuran dan kemampuan kerjanya.

Kini, ukuran komputerpun, hanya dalam ukuran segenggam tangan. Dengan ukuran sedemikian, berbagai proses mampu diolahnya, tidak hanya untuk melakukan proses yang berhubungan dengan pengolahan perhitungan dan database, tetapi juga mampu dalam hal berkomunikasi dengan pengguna lainnya yang menggunakan perangkat yang tadinya masih merupakan pemisahan dari segi fungsi.

Protocol, merupakan salah satu yang memegang peranan kunci disini, sehingga berbagai perangkat dapat berinteraksi satu dengan lainnya. Dengan adanya protocol ini, satu mesin dengan mesin lainnya dapat untuk saling berkomunikasi. Protocol merupakan suatu metoda yang mengakibatkan suatu alat dengan alat lainnya dapat saling berkomununikasi sehingga terjadilah percakapan sehingga akhirnya berjabat tangan (handshaking), dan dapat diibaratkan kesepakatan bahasa antar dua alat, yang mengakibatkan satu sama lainnya mengerti apa yang diperintahkan dan apa yang sedang diolah.

Suatu perangkat yang dihasilkan dari pabrik yang berbeda, sesuatu yang mungkin untuk ikut berperanan dalam menyemarakkan bidang teknologi informasi dan telekomunikasi ini, sebab dengan protocol yang sama, alat itupun bisa menggabungkan diri menjadi bagian dari berbagai perangkat yang ada. Begitu juga dengan bandwith, sebagai jalur data, compression, codes, dan bits, menjadi tulang punggung yang mendasar, terutama untuk perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi ini.

Dua bulan berselang setelah Neil Amstrong melangkah di bulan, terjadi suatu langkah yang besar di UCLA, sewaktu komputer pertama dikoneksikan ke ARPANET. ARPANET mengkoneksikan empat site, diantaranya UCLA, Stanford Research Institute (SRI), UC Santa Barbara, dan University of Utah. Pada tahun 1977, terdapat lebih seratus mainframe dan komputer mini yang terkoneksi ke ARPANET yang sebagian besar masih berada di Universitas.

Dengan adanya fasilitas ini, memungkinkan dosen-dosen dan mahasiswa dapat saling berbagi informasi satu dengan lainnya tanpa perlu meninggalkan komputer mereka. Saat ini, terdapat lebih dari 4.000.000 host internet di seluruh dunia. Sejak tahun 1988, Internet tumbuh secara eksponensial, yang ukurannya kira-kira berlipat-ganda setiap tahunnya. Istilah Internet pada mulanya diciptakan oleh para pengembangnya karena mereka memerlukan kata yang dapat menggambarkan jaringan dari jaringan-jaringan yang saling terkoneksi yang tengah mereka buat waktu itu. Internet merupakan kumpulan orang dan komputer di dunia yang seluruhnya terhubung oleh bermil-mil kabel dan saluran telepon, masing-masing pihak juga dapat berkomunikasi karena menggunakan bahasa yang umum dipakai.

Jadi apakah yang dimaksud dengan Internet ? Pertama, Internet adalah kumpulan yang luas dari jaringan komputer besar dan kecil yang saling bersambungan menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia. Kedua, Internet adalah seluruh manusia yang secara aktif berpartisipasi sehingga membuat Internet menjadi sumber daya informasi yang sangat berharga. Apakah yang mebuat hal tersebut bisa bekerja? Semua adalah karena permainan listrik dan gelombang yang akhirnya diolah sedemikian rupa. Semua berasal dari analog maupun digital.
Baca Selengkapnya...

Sejarah singkat MAN Model Bangkalan

Madrasah Aliyah Negeri Model Bangkalan berdiri pada tahun 1978, hasil alih fungsi  dari PGA  6. Alih fungsi tersebut berdasarkan SK mentri Agama (Prof.Dr.H.Mukti Ali ) nomor 17/1978, tgl 16 Maret 1978. Sejak SK tersebut dikeluarkan , siswa kelas 4,5 dan 6 PGA pada waktu itu secara otomatis menjadi siswa kelas 1,2,dan3 MAN. Kemudian sejak tahun 1998, MAN Bangkalan bersama-sama dengan 35 Man Bangkalan lainnya yang tersebar di 26 provinsi ditunjuk sebagai madrasah percontohan (MAN Model ) melalui program DEVELOPMENT MADRASAH ALIYAH PROJECT (DMAP) Departemen Agama, berdasarkan surat keputusan Directur Jenderal Pembinaan kelembagaan Agama Islam Departemen Agama nomor E.IV.00.6/KEP/17.A/98, Tgl 20Februari 1998.


Sejak berdiri sampai sekarang, MAN Bangkalan telah mengalami 5 kali pergantian kepemimpinan, yaitu :
1.       Hakiman                                    ( 1979 – 1980 )
2.       Drs. Sarijoen                            ( 1980 – 1990 )
3.       Drs. Farchan                            ( 1990 – 1993 )
4.       Drs.H.Hambali                         ( 1993 – 2003 )
5.       Drs.H.Nasito Arief, M.Ag    ( 2003 – Sekarang )

Baca Selengkapnya...

Ponsel Nokia E66



[Gambar 1. Nokia E66]
Penampilan E66 masih mengikuti E65; memakai model sliding untuk menyembunyikan keypad dalam bodi. Perubahan yang kentara adalah sebaran tombol pintas di sekeliling navigasi. E66 menempatkan tombol Home (gambar rumah) dan Calendar (kalender) di kiri navigasi, serta tombol Contacts (buku telepon) dan Messaging (amplop) di kiri navigasi. Tombol Clear (C) ditaruh di bawah tombol navigasi. Icon khas Symbian sudah menghilang dari area pertombolan.

Tombol On-Off akan kita dapati di atas bodi, agak ke kanan. Beberapa tombol di keypad diberi fungsi ganda. Antara lain pengaktifan Bluetooth hanya dengan memencet-tahan tombol *, pembukaan browser dengan memencet-tahan tombol 0 dan pengaktifan moda Silent dengan
memencet-tahan tombol #.

Jika E65 tampil menggoda dengan casing berbahan mirip kulit, E66 justru melenggang dengan casing logam. Sejauh ini hanya ada pilihan warna yang disediakan Nokia, yaitu hitam dan putih mutiara.

Yang menarik adalah tampilan layar. Bila sedikit saja dimiringkan, layar akan langsung berubah dari vertikal menjadi horisontal. Ini karena E66 punya sensor orientasi. Sensor ini juga bisa dipakai untuk "mendiamkan" bunyi ponsel (Mute)

Kinerja
Berbekal sistem operasi Symbian, tentu saja sangat banyak aplikasi pihak ketiga yang dapat ditambahkan pada E66. Apalagi E66 juga mendukung Java.

Soal konektivitas, E66 sangat lengkap. Tinggal pilih, mau inframerah Bluetooth, USB mikro atau Wi-Fi. Adanya port inframerah terasa unik, mengingat nyaris tak ada peranti bisnis keluaran terbaru yang masih menyediakannya. Port inframerah ini bisa kita temukan di kiri bodi sebelah bawah, antara port kabel data dan pengunci casing belakang.

Nokia memberikan port tersendiri untuk headset (jack 2,5mm di kiri bodi sebelah atas), transfer data (port mirip USB mikro di kiri bodi sebelah bawah) dan charger (port charger di bawah bodi sebelah kiri). Jadi, tak perlu lagi rebutan colokan untuk ketiga fungsi tersebut.

Kapasitas E66 bisa diperbesar dengan MicroSD. Tapi cabut-pasang kartunya akan sedikit merepotkan karena slot MicroSD tersebut tersembunyi di balik casing. Ketika membuka casing belakang, arahkan pandangan Anda ke pojok kiri atas; di situlah slot MicroSD berada.

Bisnis
Nokia membenamkan cukup banyak aplikasi pendukung bisnis di E66. Di unit demo yang kami terima, setidaknya kami temukan Push To Talk, Internet telephony, IM, Calendar, Calculator, Quickoffice, Clock, Converter, Active notes, Notes, Intranet, Zip, Printers, Adobe PDF,
Modem, dan Encryption. Malah ada pula Barcode untuk "membaca" barcode.

Koneksi ke Internet sudah menjadi kebutuhan wajib bagi kalangan pebisnis. Karena itu, jaringan 3,5G dan WiFi memperluas pilihan konektivitas pengguna E66. Apalagi E66 bisa dijadikan modem.

Tak hanya data, fasilitas 3,5G juga bisa dimanfaatkan untuk Video call. Hanya, cara pemakaiannya sedikit merepotkan. Setelah memencet nomor yang dituju, kita harus buka Options, lalu pilih Call > Video call.

E66 juga menyediakan fasilitas GPS; lengkap dengan Nokia Maps, GPS data dan Landmarks. Ketika pertama kali dipakai, pemindaian posisi terhitung cepat. Akurasinya pun terbilang bagus.

Kamera
E66 menyediakan kamera sesuai rata-rata di pasaran saat ini, yaitu 3,2MP. Plus lampu tambahan, serta cermin. Ada tombol kamera ada di kanan bodi. Tapi untuk mengaktifkan kamera, kita malah harus pencet tombol menu kanan yang ternyata di-default untuk itu.

Secara default, kamera akan terbuka dalam moda Image. Untuk foto, resolusi maksimalnya 3M; bisa untuk pencetakan hingga 25x20 cm. Yang menarik dicatat pada setting agaknya adalah ada setting Extended digital zoom, User defined di Scene modes, Red-eye di Flash, dan Self-timer sampai 20 detik.

Untuk pindah ke moda Video, tinggal pencet tombol menu, lalu pilih Video mode. Tak terlihat pilihan resolusi untuk video; yang ada hanya Video quality. Ada opsi Audio recording. Setting lainnya tergolong standar.

Hiburan
Nokia E66 memang ponsel bisnis. Namun tak berarti kita tak bisa bersenang-senang dengannya. Nokia menjejali banyak aplikasi hiburan di E66. Ada Recorder, Music player, RealPlayer, Podcasting, Radio, dan Flash Player. Perhatikan, di sini sudah ada Music store dan Share online.

Lagu yang ada di Music player bisa langsung dijadikan ringtone, hanya dengan memakai Set as ringing tone. Jika bosan dengan lagu yang itu-itu saja, masuk saja ke Music store (dari opsi Find in Music store). Ini akan membawa kita ke toko online Nokia; cari lagu yang diinginkan, lalu kita tinggal bayar.

O ya, profil Equaliser masih dapat disetel ulang frekuensinya. Di Music player ini juga ada setting Loudness dan Stereo widening. Mungkin ini yang membuat suara yang dihasilkan speaker eksternal terdengar jernih. Begitu pula yang terdengar via earphone. Suara tetap bulat meski disetel ke volume maksimal. Soal nyaring, memang tidak senyaring speaker yang biasa terdapat di ponsel-ponsel Cina.

Radio, seperti biasa, mengharuskan kita telah memasang earphone lebih dulu agar dapat memakainya. Ada opsi Activate loudspeaker bila kita lebih suka mendengarkannya via speaker eksternal. Karena ini adalah Visual Radio, kita bisa melakukan streaming visual lagu bila
stasiun radio tersebut menyediakannya. Tentu saja ini memerlukan akses Internet dan akan ada ekstra biaya.

E66 memakai jack 2,5mm untuk earphone; letaknya di kiri bodi. Pilihan earphone alternatif memang lebih terbatas dibanding jika memakai jack 3,5mm, tetapi pasti lebih luas dibanding jika memakai port khas Nokia.

Speaker eksternal akan kita temukan di pojok kiri bawah, bagian belakang bodi. Tombol volume 2-arahnya ada di kanan bodi (pada tampak depan); diselingi tombol perintah suara.

DENGAN KATA LAIN...
Ponsel bisnis yang asyik dibawa untuk melakukan apa saja.
[Gambar 2. Nokia E66]

SPESIFIKASI Nokia E66
Jaringan : GSM 850/900/1800/1900 MHz
Bentuk : Bar
Dimensi : 108x50x13 mm
Bobot : 121 gram
Batere : Li-ion 3,7V 1000mAh (seri BL-4U)
Waktu siaga : rata-rata 5 hari
Waktu bicara : rata-rata 5 jam
Layar : 16 juta warna
Memori internal :
Memori tambahan : MicroSD
Konektivitas antar peranti : Infrared, (mirip) USB mikro, Bluetooth, WiFi
Konektivitas internet : GPRS, EDGE, WLAN
Kamera : 3,2MP; lampu, cermin
Ringtone : Polifonik
Phonebook : Tak terbatas
Messaging : Text message, Multimedia message, Audio message, E-mail
Aplikasi : PTT, Internet tel, IM, Calendar, Search, Calculator, Quickoffice, Clock, Converter, Active notes, Notes, Wireless keyboard, Dictionary, Intranet, Zip, Printers, Adobe PDF, Modem, Encryption, Themes, Voice command, Speech, Voice aid, Barcode, Recorder, Music
player, Music store, Camera, Gallery, RealPlayer, Podcasting, Radio, Flash Player, 3D tones, Share online, GPS, Browser
Isi paket : Charger, headset, manual

(sumber:ketok.com)
Baca Selengkapnya...

Portable Video Player

Saat keliling mall dan toko elektronik belakangan ini, para penjual rajin menawari kami MP4 player. Anda pun mungkin pernah mengalaminya, bahkan boleh jadi sudah memilikinya. Peranti portabel tersebut tak lain dan pemutar beragam file multimedia, termasuk musik, video, dan foto. Namun, label yang melekat padanya biasanya MP4 player dan portable video player. Sejatinya, sih, fungsinya tak jauh berbeda.Produk ini terbilang laris manis di pasaran. Hanya dalam waktu tiga bulan sejak peluncuran, penjualan pemutar video portabel buatan Korea mi mampu bersaing dengan penjualan MP3 player.

Namun, satu hal yang cukup menonjol adalah minat konsumen yang semakin tinggi terhadap kreasi teknologi. Konsumen-konsumen sekarang lebih pintar. Mereka adalah konsumen yang haus akan teknologi. Dari segi harga cukup terjangkau dan alasan terbanyak pembelian produk ini untuk menunjang penampilan atupun untuk bergaya dalam bersosialisasi.

Format Berbeda
Satu hal yang perlu Anda waspadai saat akan membeli peranti seperti ini adalah format yang didukungnya. Tidak semua player dapat memutar video berformat AVI atau MOV yang umum tersedia di komputer Anda.

Lucunya, tidak semua MP4 player yang ada di pasaran mendukung file berekstensi .mp4. Padahal, nama MP4 player seharusnya disandang oleh pemutar video yang dapat menjalankan file berekstensi resmi standar MPEG-4 part 14 tersebut. Kenapa, ya?
Dari Wikipedia (www.wikipedia. org), kami mendapat penjelasan. Generasi awal portable video player buatan Cina sering memakai istilah MP4 player untuk MP3 player yang dapat memutar video. Padahal, sesungguhnya kemampuannya dalam menjalankan video sangat terbatas, bahkan tak mendukung file berformat MP4.
Belakangan, MP4 player yang “asli” bermunculan, dan mendorong yang “palsu” kembali memakai label MP3 player saja. Apple iPod Video dan Creative Zen termasuk salah satu yang bisa disebut MP4 player “asli”.
Di Indonesia, yang banyak beredar sekarang lebih cocok disebut multimedia player portabel atau video player portabel, karena tak semuanya bisa memutar file berformat MP4. Format yang umum didukung, antara lain AMV, DMV, dan MPV.
Anda memerlukan software khusus untuk mengonversi video berformat AVI yang Anda koleksi, agar dapat dimainkan di portable video player seperti itu. Repotnya, dalam proses konversi seringkali kualitas video turun. Tayangan tampak patah-patah.

Yang Penting Murah
Kebanyakan konsumen tak ambil pusing dengan aneka format file video tersebut. Bagi mereka, faktor harga player yang klan murah dan kemampuannya lebih penting untuk dipertimbangkan. Konsumen kebanyakan mengaku tidak gila merek. Sampai sekarang, video player portabel buatan Cina berkapasitas 1 GB harga sekitar Rp 500.000, masih tetap diminati dipasaran. Selain beradu desain, ukuran fisik yang semakin mungil, dan kapasitas simpan yang lega, vendor memang nyata-nyata turut mengobarkan perang harga untuk menarik minat konsumen. Sekadar contoh, iPod Video berkapasitas 30 GB dibanderol seharga sekitar Hp 2,5 juta. MPIO FG 200 dengan daya tampung 1 GB hanya dijual dengan harga Hp 1,1 juta. Untuk kapasitas 512 MB, Creative Muvo Vidz malah tersedia dengan kisaran harga Hp 700.000.
Bandingkan dengan yang kreasi Cina, maka selisih harganya bisa mencapai setengah dan harga video player portabel bermerek terkenal tadi. Semua sudah terhidang di depan mata, tinggal tentukan yang Anda suka.

Aneka Fungsi yang Lengkap
Meski berlabel video player mungil, fungsinya tak hanya memutar gambar bergerak. Jika Anda membeli portable video player, biasanya Anda tak hanya mendapatkan facisilitas pemutar video. Misalkan Anda membeli MP4 player, maka sejumlah fasilitas hiburan lain turut disertakan. Tambahan fungsi ini membuat segala hiburan bisa Anda nikmati di mana dan kapan saja. Coba saja longok fasilitas yang ada dalam portable video player dibawah ini.

Beberapa fitur Portable Video Player

Perekam Suara
Tambahkan dengan mikrofon, maka player pun bisa menjadi perekam suara. Dengannya, Anda dapat merekam suara secara langsung (voice recording), merekam suara yang dikeluarkan peranti lain (line-in recording) secara stereo lewat lubang audio Line-in, hingga menyimpan siaran radio yang ditangkapnya.



Koneksi USB
Slot koneksi yang tersedia di player umumnya berjenis USB, dan berfungsi untuk menghubungkan peranti ke PC dan memindah-mindahkan data. Namun, beberapa player terkini mulal menyertakan koneksi nirkabel Bluetooth. Meski sama-sama berkoneksi USB, belum tentu Anda bisa menghubungkan player ke peranti digital lain. Sejumlah player yang memerlukan aksesori tambahan untuk melakukan hal ni, sepertl Pod yang menyediakan aksesori iPod Camera Connector.






Pemutar Video, Radio dan Penampil Foto
Fasilitas radio semakin menjadi standar pada pemutar multimedia portabel. Antena penangkap sinyal sudah terpasang secara built-in di dalam bodi. Pemindaiannya bisa dilakukan secara otomatis atau pun manual. Frekuensi radio favorit pun bisa disimpan.

Fungsi dasar multimedia player yang ada sekarang berasal dari pemutar musik. Jika dulu format suara yang didukung hanya MP3, WAV, dan WMA, kini dukungannya melebar hingga Ogg Vorbis, AIFF, dan AAC.

Koleksi jepretan foto pun bisa ditampilkan dalam layar mungilnya. Karena resolusi Iayarnya terbatas, maka sebelum ditransfer ke peranti, foto dan PC harus diperkecil ukurannya. Foto bisa ditampilkan secara tunggal, berupa rangkaian thumbnail, bahkan secara slide show.( Hi-tech news)
Baca Selengkapnya...